Surat Terbuka Kepada Birokrasi Fakultas Syariah UIN Mataram Dan Para Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Mataram

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya, perkenalkan saya Izzah Fillah dari prodi HKI semester VI. Saya sebagai mahasiswa bertujuan membuat blog ini sebagai surat terbuka kepada birokrasi fakultas syariah uin mataram dan juga kepada mahasiswa UIN Mataram secara langsunh sebagai bentuk penyuaraan kami sebagai mahasiswa. Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan beberapa hal yang sepertinya banyak dipermasalahkan dan diadukan oleh para mahasiswa fakultas syariah. Namun saya akan menyampaikan ini dari sudut padang yang sedikit  berbeda. Sebelum saya menulis blog ini, teman-teman BKM dan mahasiswa maupum mahasiswi telah melakukan demonstrasi di depan fakultas syariah pada tanggal 6 Mei 2024.

Seperti yang diketahui bersama, dalam menjalani proses pembelajaran tentunya harus memiliki fasilitas yang memadai, baik itu dari fasilitas ruangan dan hal-hal menunjang lainnya. Banyak diantara kami para mahasiswa mengeluhkan ruangan fakultas yang cenderung tidak nyaman digunakan karena pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi secara sempurna. Bukan hanya fasilitas AC, namun salah satu fasilitas yang terpenting yaitu proyektor yang sejak lama tidak dapat digunakan terutama di beberapa ruangan. Kemudian, ada beberapa ruangan yang tidak memiliki AC, hanya mengandalkan 1 buah kipas angin. Dan jujur saja kami dari pihak mahasiswa menjadi sedikit kurang nyaman terhadap hal tersebut. Dan lagi, fasilitas kursi di ruangan-ruangan juga banyak yang rusak. Jadi kami sebagai mahasiswa meminta agar fasilitas diperbaiki dan disempurnakan demi menjalani aktifitas akademik yang baik

Keluhan kedua bagi kami mahasiswa, fasilitas shalat dan kamar mandi juga kurang memadai, mulai dari toilet banyak yang rusak, contohnya toilet wanita di lantai 3 dari 4 toilet hanya 2 yang berfungsi dengan baik. Kemudian, dari segi kebersihan toilet, awalnya toilet selalu bersih dan wangi namun semakin lama toilet menjadi kurang wangi entah ini adalah kekeliruan dari petugas kebersihan yang tidak menggunakan pengharum ruangan atau tidak. Padahal ketika tahun 2021 toilet selalu bersih dan wangi. Namun, 2 sampai 3 tahun terakhir fasilitas toilet menurun kebersihannya. Bukan hanya itu, fasilitas shalat pun menurut saya harus dibenahi. Mulai dari kesediaan mukenah sampai kebersihan mukenah. Mukenah yang digunakan masih terhitung sedikit dan selalu bau apek. Saran saya mungkin untuk mukenah ditambah lagi jumlahnya dan rutin dicuci oleh pihak kebersihan minimal seminggu sekali dan untuk toilet ditambahkan pengharum ruangan seperti tahun 2021 dan toilet yang rusak mohon secepatnya diperbaiki.

Ketiga, banyak juga mahasiswa yang mengeluhkan tentang sikap yang diberikan oleh staf akademik kepada mahasiswa sedikit kurang ramah. Hal ini juga sempat menjadi poin dari demonstrasi yang dilakukan oleh BKM fakultas syariah pada tanggal 6 Mei 2024. Mahasiswa merasa bahwa staf akademik cenderung cuek kepada mahasiswa terutama pada mahasiswa yang memiliki tujuan tertentu yang memang memiliki kaitan dengan staf akademik. Oleh karena hal ini saya sebagai mahasiswa menyarankan agar staf akademik bisa bersikap lebih ramah kepada para mahasiswa.

Keempat, mahasiswa juga mengeluhkan tentang dosen yang cenderung dianggap "killer" namun pada hal ini saya memiliki pandangan lain terhadap dosen yang dianggap "killer" tersebut. Saya berpendapat bahwa sebenarnya mahasiswa yang cenderung kurang memahami dosen tersebut. Saya berani mengatakan hal ini dikarenakan saya merujuk pada salah satu dosen fakultas syariah yang merupakan seorang profesor di bidang tafsir. Beliau dikenal sebagai salah satu dosen yang cenderung sangat "killer" padahal jika kita memahami beliau, beliau tidak akan terlihat "killer" seperti yang dinilai kebanyakan mahasiswa. Contohnya, kita harus mengetahui dulu background dari dosen killer tersebut entah itu dari kontrak belajarnya, kemuadian karakter dosen, sampai pada latar belakang pendidikan dosen tersebut. Latar pendidikan dari profesor tafsir tersebut memang dapat dibilang sangat keras dan disiplin sehingga terciptalah karakter dosen yang disiplin juga terhadap mahasiswa. Namun para mahasiswa banyak yang tidak menyadari hal tersebut. Jadi menurut saya pribadi setiap dosen ketika pertemuan pertama sebaiknya menyampaikan kontrak belajar, dan untuk mahasiswa sebaiknya juga harus belajar memahami karakter dosen dan background dari dosen tersebut.

Kelima, banyak dari mahasiswa meributkan tentang UKT (uang kuliah tunggal) yang nilainya tergolong tinggi bagi mahasiswa tersebut. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa UKT tersebut memang dirancang berdasarkan tingkatan penerimaan mahasiswa bukan hanya dari pekerjaan orang tua, ataupum penghasilan orang tua. Contohnya saja, UKT antara mahasiswa yang lulus jalur SPANPTKIN dan UMPTKIN biasanya memiliki grade yang berbeda dengan mahasiswa yang lulus jalur mandiri. Banyak mahasiswa juga beranggapan bahwa yang harusnya UKT tinggi itu anak dari PNS / ASN saja dimana PNS / ASN ini memiliki penghasilan yang tetap. Namun kerap sekali mahasiswa berpikir anak dari selain PNS / ASN UKT nya harus rendah. Contohnya saja anak petani, saya pernah menemukan sebuah kasus dimana anak petani ini mengeluhkan soal UKT yang dia anggap tinggi sedangkan tidak diketahui berapa luas sawah yang dia miliki, berapa penghasilan sekali panen, termasuk banyak harta yang dimiliki anak tersebut. Saran saya, terkait UKT pihak fakultas harus memberikan edukasi kepada para mahasiswa bagaimana UKT tersebut ditentukan dan harus lebih detail lagi dalam mencari tahu penghasilan orang tua dari mahasiswa tersebut. Contohnya saja, orang tua dari anak ASN/PNS biasanya bergaji 3 juta, saya mendapatkan informasi tersebut dari beberapa ASN/PNS. Gaji 3 juta tersebutpun belum tentu cukup untuk membiayai kehidupan rumah tangga tiap bulan ASN tersebut terutama jika memiliki cicilan atau kredit dan kebutuhan primer lainnya. Sedangkan anak petani yang memiliki sawah yang dengan luas tertentu bisa menghasilkan uang yang lebih banyak daripada ASN. Saya memberi saran juga kepada pihak fakultas agar dalam edukasi terkait dengan UKT ini menjelaskan kepada mahasiswa bahwa UKT ini sebenarnya digunakan untuk apa. Itulah mengapa mahasiswa sering juga meminta transparansi anggaran kemahasiswaan.

Keenam, pada saat demonstrasi tanggal 6 Mei 2024 mahasiswa juga menuntut tentang beasiswa yang tidak tepat sasaran. Dalam kebanyakan kasus yang saya temui, penerima beasiswa dinilai sebagai orang yang mampu karena bisa dinilai dari style fashion atau gadget yang digunakan mahasiswa tersebut. Mahasiswa yang menerima beasiswa sering memperlihatkan gaya hidup yang cenderung hedon contohnya dengan menggunakan hp dengan merk tertentu yang dinilai mahal sedangkan mahasiswa yang harusnya benar-benar membutuhkan beasiswa malah kebanyakan terabaikan. Hal ini juga menjadi sebuah kebingungan bagi saya, apakah memang benar hal tersebut memang dari beasiswa yang salah target atau mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut memang anak yang kurang dalam hal ekonomi namun ketika mendapatkan beasiswa ia merubah penampilanya. Saran saya sebaiknya pihak universitas melakukan cros-check terhadap 2 kemungkinan yang saya cantumkan. Begitupula untuk para mahasiswa juga bisa melakukan cros-chek terhadap kemungkinan tersebut dan melaporkannya kepada pihak yang terkait dengan beasiswa tersebut, apakah jika memang salah target beasiswa tersebut bisa dicabut dan diganti dengan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan beasiswa tersebut.

Demikian surat terbuka dan pandangan saya terkait masalah yang sering menjadi keresahan mahasiswa.

 نٓ‌ ۚ وَالۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُوۡنَۙ 

Mohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan, dan kelebihan dari penyampaian saya, terimakasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar