AKU DAN KAMU DALAM JARAK PENGLIHATANKU


 Hubungan yang dimulai secara tidak resmi pada September 2021 membawa kita dalam ketidakjelasan apakah kita ini dua yang menjadi satu atau dua yang tetap terpisah. kita tersenyum dan tertawa bersama dalam hubungan yang tidak terikat dalam perjanjian apapun, membuat kita masih berkelana ke hati lain yang cocok walapun pada akhirnya kita sama-sama kembali untuk memeluk satu sama lain. empat bulan berlalu setelah september, diriku yang selama ini tidak berani memberi kejelasan dan mengambil keputusan bahwa aku menerima kedatanganmu dalam hidupku memberanikan diri untuk mengikatkan perasaan pada ikatan janji bahwa hanya dirimu yang menjadi prioritasku. dan pada akhirnya, kita terikat janji tepat 31 Desember 2021.

enam bulan yang indah denganmu. awal dari enam bulan, kita selalu tertawa dan bahagia bersama. tidak ada yang mengganggu, semua terlihat lucu untuk dijadikan bahan tertawaan kita, senyum yang selalu terukir jelas di bibir. bukan hanya pada perasaan yang diselimuti bahagia, tapi juga jarak yang tidak terhitung bagaimana dekatnya. kita selalu bersama walaupun kebersamaan itu hanya dalam lingkungan kampus, tapi tetap saja kita saat itu sangat dekat. dua bulan pertengahan hubungan kita masih berjalan sewajarnya, namun dua bulan terakhir hubungan kita sepertinya tidak baik-baik saja ya? yah begitulah realitanya. 

dua bulan terakhir yang menyayat hati itu berakhir pada putusnya janji kita untuk bersama. bagaimana kisah kita tidak terselesaikan, jika buruknya komunikasi kita dan setiap kabar terus menjadi rahasia? aku yang menunggu setiap cerita darimu, dan kamu selalu merahasiakan apapun dariku. aku yang selalu menunggu kabarmu apakah hari itu kamu sedih tau senang, tapi terabaikan begitu saja. padahal kamu pun tau bahwa kabarmu sangat berharga bagi diriku. sesusah itukah? sangat susahkah bagimu saat itu memberiku kepastian tentang setiap harimu?

aku yang tak lagi berkabar denganmu saat itu mulai dihantui gelisah dan rasa kesepian, perasaan hampa yang tiada kunjung reda membuatku bertanya bagaimana kau memandangku sekarang. apakah kamu masih orang yang sama? ataukah kini telah berubah? aku bertanya pada diriku sendiri tanpa jawaban apakah aku dalam dirimu masih kamu inginkan. apakah kamu masih menempatkanku di tempat semula atau sudah kau pindahkan bahkan sudah kamu buang? rasa kesepianku yang tak kunjung bertemu titik tenang, dan kamu yang kabarnya tak kunjung datang membuatku mengambil jalan membehentikan semua perasaanku padamu, memotong semua tali jarak yang mengikat kita.

kita yang telah menjadi satu sebelumnya kini kembali menjadi aku dan kamu yang sendiri. tidak lama berselang, kamu kembali dengan harap mengikatku dalam perjanjian yang sama seperti sebelumnya, namun kesepian yang masih menghantuiku membuatku sulit menerimamu kembali walaupun ada sedikit rasa rindu di hati. luka sepi yang tiada satupun pengobatnya membuatku sungkan untuk mendekat pada dirimu lagi. aku tidak mungkin mengikatmu dengan tali perasaan hati yang kacau, karena itu hanya akan menyakitimu. taliku berwujud rantai besi tajam yang jika kuikat padamu, kamu akan merasa sakit. aku tidak menginginkannya. aku tidak ingin menyakitimu dengan perasaan sedihku.

setelah kita berpisah, aku hanya bisaa memandangimu melalui status Whatsap. sesekali aku melihat wajah wanita barumu terpanjang jelas di sana. aku selalu bertanya apakah kamu bahagia dengannya? sedang aku di sini masih berperang dengan sepiku sendiri. sesekali pampangan status senggolan yang entah untukku atau bukan terlihat dalam postinganmu, membuatku berpikir bahwa postingan itu untukku. sakit ketika melihatmu bahagia dengan wanitamu yang sekarang, namun di sisi lain aku bahagia juga karena kamu kini bisa tersenyum lepas dengan wanita barumu.

seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dengan kesendirianku. aku mulai kembali terbiasa tak mengenalmu, tak lagi berpikir bagaimana kabarmu, kamu dalam pikiranku benar-benar mulai menghilang. aku sudah memaafkanmu, memaafkanku, memaafkan kita. rambutku yang pendek ketika masih mati-matian melupakanmu kini sudah memanjang kembali. sekarang aku benar-bentar ikhlas tentang segala sesuatu terkait kamu. kini hidupmu tidak menarik lagi untukku, bahkan kamu dan wanita barumu, ataupun senggolanmu, tidak berarti apapun untukku. aku hanya bisa tersenyum melihat segala kelakuan jenakamu saat ini.

akhirnya aku bebas sebebas-bebasnya dari perasaanku padamu. aku tidak lagi penasaran bagaimana harimu, aku terlepas darimu dan aku bahagia atas semua itu. kamu, bahagialah juga seperti caraku bahagia ya, karena kamupun pantas untuk bahagia...

Komentar

  1. mari hentikan ilusi panjang dan harapan kembali dengan sik dia hehehe,mantap lanjutkan kisahnya

    BalasHapus

Posting Komentar